Kembali ke Blog
Keuangan

Akuntansi Kas vs Akrual: Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?

Dua metode akuntansi dengan pendekatan berbeda. Pahami perbedaan kas dan akrual serta kapan menggunakan masing-masing.

Tim Magnificat Consulthink8 Oktober 20255 menit baca

Akuntansi Kas vs Akrual: Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda?

Jika Anda mengirimkan barang senilai Rp 10.000.000 kepada pelanggan hari ini, tetapi pembayarannya baru diterima bulan depan, kapan pendapatan tersebut dicatat? Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada metode akuntansi yang Anda gunakan, dan pilihan tersebut berdampak signifikan pada bagaimana laporan keuangan bisnis Anda terlihat.

Ada dua metode akuntansi utama yang digunakan dalam dunia bisnis: akuntansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, serta konteks penggunaan yang berbeda.

Akuntansi Berbasis Kas: Sederhana dan Langsung

Akuntansi berbasis kas mencatat pendapatan saat uang benar-benar diterima dan mencatat biaya saat uang benar-benar dikeluarkan. Metode ini sangat intuitif karena mengikuti pergerakan uang secara langsung.

Kembali ke contoh sebelumnya, jika Anda mengirimkan barang hari ini tetapi pembayaran baru diterima bulan depan, maka pendapatan dicatat bulan depan saat uang masuk ke rekening. Begitu juga dengan biaya, hanya dicatat saat pembayaran benar-benar dilakukan.

Kelebihan metode kas adalah kesederhanaan. Anda tidak perlu memikirkan konsep piutang atau utang dagang karena semua dicatat berdasarkan aliran kas yang nyata. Laporan keuangan juga langsung mencerminkan kondisi kas bisnis saat ini.

Namun kelemahannya, laporan keuangan berbasis kas bisa memberikan gambaran yang kurang akurat tentang performa bisnis. Bulan di mana banyak pelanggan membayar bisa terlihat sangat menguntungkan, padahal sebagian pendapatan tersebut sebenarnya merupakan hasil kerja bulan-bulan sebelumnya.

Akuntansi Berbasis Akrual: Lebih Akurat, Lebih Kompleks

Akuntansi berbasis akrual mencatat pendapatan saat transaksi terjadi, terlepas dari kapan uang diterima. Biaya juga dicatat saat terjadi, bukan saat dibayar. Prinsip dasarnya adalah matching principle, yaitu pendapatan dan biaya yang terkait harus dicatat dalam periode yang sama.

Dengan contoh yang sama, pendapatan Rp 10.000.000 dicatat bulan ini saat barang dikirim, meskipun uang baru diterima bulan depan. Di neraca, jumlah tersebut muncul sebagai piutang usaha. Ketika pembayaran diterima, piutang berubah menjadi kas.

Kelebihan metode akrual adalah memberikan gambaran yang lebih akurat tentang performa bisnis dalam satu periode. Anda bisa melihat berapa pendapatan yang benar-benar dihasilkan bulan ini dan berapa biaya yang sebenarnya terkait dengan aktivitas bulan ini.

Kelemahannya, metode ini lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman akuntansi yang lebih dalam. Bisnis bisa terlihat menguntungkan di laporan laba rugi, tetapi ternyata kas yang tersedia sangat terbatas karena banyak pendapatan masih dalam bentuk piutang.

Perbandingan Melalui Contoh Nyata

Mari kita lihat contoh yang lebih lengkap. Sebuah bisnis furniture pada bulan Oktober menerima pesanan senilai Rp 50.000.000 dan barang dikirim di bulan yang sama. Pelanggan membayar uang muka Rp 20.000.000 dan sisanya dibayar bulan November. Biaya bahan baku sebesar Rp 25.000.000 dibeli secara kredit dan akan dibayar bulan Desember. Biaya tenaga kerja Rp 10.000.000 dibayar tunai di bulan Oktober.

Dengan metode kas pada bulan Oktober, pendapatan yang tercatat hanya Rp 20.000.000 (uang muka yang diterima), dan biaya yang tercatat hanya Rp 10.000.000 (upah yang dibayar tunai). Laba yang tercatat adalah Rp 10.000.000.

Dengan metode akrual pada bulan Oktober, pendapatan tercatat Rp 50.000.000 (seluruh nilai pesanan yang sudah dikirim), dan biaya tercatat Rp 35.000.000 (bahan baku Rp 25.000.000 + tenaga kerja Rp 10.000.000). Laba yang tercatat adalah Rp 15.000.000.

Metode akrual memberikan gambaran yang lebih utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi pada bisnis tersebut di bulan Oktober.

Mana yang Tepat untuk Bisnis Anda

Untuk UMKM yang masih dalam skala kecil dengan transaksi yang relatif sederhana dan sebagian besar penjualan bersifat tunai, akuntansi berbasis kas biasanya sudah memadai. Metode ini lebih mudah diterapkan dan dipahami tanpa latar belakang akuntansi yang mendalam.

Namun, jika bisnis Anda mulai berkembang dengan karakteristik tertentu, pertimbangkan untuk beralih ke metode akrual. Karakteristik tersebut meliputi banyaknya transaksi kredit baik dari sisi penjualan maupun pembelian, adanya persediaan barang dalam jumlah signifikan, kebutuhan untuk menyajikan laporan keuangan kepada investor atau bank, atau omzet yang sudah melebihi batas tertentu sesuai regulasi perpajakan.

Regulasi di Indonesia

Dari sisi perpajakan, pemerintah Indonesia mengizinkan UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahun untuk menggunakan pembukuan sederhana berbasis kas. Namun, untuk badan usaha yang lebih besar atau yang membutuhkan audit, metode akrual menjadi standar yang diwajibkan sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Jika bisnis Anda berencana untuk mengajukan kredit bank, perlu diketahui bahwa sebagian besar bank lebih menyukai laporan keuangan berbasis akrual karena dianggap lebih akurat dalam menggambarkan kondisi keuangan sebenarnya.

Transisi dari Kas ke Akrual

Jika bisnis Anda sudah berkembang dan Anda merasa perlu beralih dari metode kas ke akrual, proses transisinya perlu dilakukan dengan hati-hati. Pastikan semua piutang, utang, dan persediaan yang ada dicatat dengan benar sebagai saldo awal. Gunakan software akuntansi yang mendukung metode akrual agar proses pencatatan lebih terstruktur.

Pilih Metode yang Sesuai dengan Tahap Bisnis Anda

Tidak ada metode yang secara absolut lebih baik dari yang lain. Yang terpenting adalah memilih metode yang sesuai dengan skala, kompleksitas, dan kebutuhan bisnis Anda saat ini, sambil mempersiapkan diri untuk transisi ketika bisnis berkembang.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menentukan metode akuntansi yang tepat atau ingin melakukan transisi dari kas ke akrual, Magnificat Consulthink siap mendampingi Anda. Hubungi kami untuk konsultasi gratis selama 30 menit melalui WhatsApp dan diskusikan kebutuhan pembukuan bisnis Anda bersama tim kami.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Konsultasi pertama gratis 30 menit — tanpa komitmen.

Konsultasi Gratis via WhatsApp