Kembali ke Blog
Keuangan

Cara Membuat Financial Projection untuk UMKM dalam 5 Langkah

Financial projection membantu Anda merencanakan masa depan bisnis. Ikuti 5 langkah mudah untuk membuat proyeksi keuangan UMKM Anda.

Tim Magnificat Consulthink25 Januari 20265 menit baca

Pernahkah Anda bertanya-tanya, "Bagaimana kondisi keuangan bisnis saya enam bulan atau satu tahun ke depan?" Jika Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini, Anda tidak sendirian. Banyak pemilik UMKM yang terlalu fokus pada operasional harian sehingga lupa merencanakan masa depan keuangan bisnisnya. Di sinilah financial projection atau proyeksi keuangan berperan penting.

Apa Itu Financial Projection?

Financial projection adalah perkiraan keuangan bisnis Anda untuk periode mendatang, biasanya 6 hingga 12 bulan, bahkan bisa sampai 3 hingga 5 tahun. Proyeksi ini mencakup perkiraan pendapatan, pengeluaran, arus kas, dan laba rugi.

Jangan bayangkan ini sebagai ramalan yang harus 100 persen akurat. Financial projection adalah alat perencanaan yang membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik hari ini berdasarkan asumsi yang masuk akal tentang masa depan. Semakin sering Anda membuat dan memperbarui proyeksi, semakin akurat perkiraan Anda.

Mengapa UMKM Perlu Financial Projection?

Ada beberapa alasan mengapa financial projection sangat penting untuk UMKM. Pertama, proyeksi membantu Anda mengantisipasi kebutuhan modal. Jika proyeksi menunjukkan bahwa enam bulan ke depan Anda akan membutuhkan dana tambahan, Anda bisa mulai mencari sumber pendanaan dari sekarang, bukan ketika sudah terdesak.

Kedua, financial projection dibutuhkan saat mengajukan pinjaman atau mencari investor. Mereka ingin melihat bahwa Anda memiliki rencana keuangan yang jelas dan realistis. Ketiga, proyeksi membantu Anda menetapkan target yang terukur. Tanpa target keuangan yang spesifik, sulit untuk mengukur apakah bisnis Anda berada di jalur yang benar.

Langkah 1: Kumpulkan Data Historis

Fondasi dari setiap proyeksi yang baik adalah data historis. Kumpulkan data keuangan bisnis Anda minimal 6 hingga 12 bulan terakhir. Data yang Anda butuhkan meliputi pendapatan bulanan dari setiap sumber, pengeluaran bulanan berdasarkan kategori, tren penjualan dari waktu ke waktu, serta pola musiman jika ada.

Jika bisnis Anda masih baru dan belum memiliki data historis, gunakan riset pasar, data industri, atau pengalaman dari bisnis serupa sebagai dasar asumsi. Akui bahwa proyeksi Anda memiliki tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi dan buat beberapa skenario.

Langkah 2: Tentukan Asumsi yang Realistis

Asumsi adalah jantung dari financial projection. Asumsi yang terlalu optimis akan menghasilkan proyeksi yang menyesatkan, sementara asumsi yang terlalu pesimis bisa membuat Anda kehilangan peluang. Beberapa asumsi yang perlu Anda tentukan antara lain tingkat pertumbuhan pendapatan yang diharapkan, kenaikan biaya yang diantisipasi seperti inflasi dan kenaikan harga bahan baku, rencana penambahan produk, layanan, atau karyawan, serta kondisi pasar dan kompetisi.

Pastikan setiap asumsi memiliki dasar yang bisa dijelaskan. Misalnya, jika Anda memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 20 persen, tanyakan pada diri sendiri: apa yang mendukung angka ini? Apakah ada rencana pemasaran baru, produk baru, atau ekspansi pasar?

Langkah 3: Proyeksikan Pendapatan

Mulailah dengan memproyeksikan pendapatan bulanan. Ada beberapa metode yang bisa digunakan. Metode pertama adalah berdasarkan tren historis, di mana Anda melihat rata-rata pertumbuhan bulanan dan mengekstrapolasinya ke depan. Metode kedua adalah berdasarkan kapasitas, di mana Anda menghitung berapa banyak produk yang bisa Anda produksi dan jual dengan sumber daya yang ada. Metode ketiga adalah berdasarkan target pasar, di mana Anda memperkirakan berapa banyak pelanggan yang bisa Anda jangkau dan berapa rata-rata pembelian mereka.

Untuk UMKM, kombinasi dari tren historis dan perencanaan ke depan biasanya menghasilkan proyeksi yang paling realistis. Jangan lupa memperhitungkan faktor musiman. Jika bisnis Anda lebih ramai menjelang hari raya atau liburan, refleksikan hal ini dalam proyeksi.

Langkah 4: Proyeksikan Pengeluaran

Proyeksi pengeluaran biasanya lebih mudah karena sebagian besar biaya bisa diprediksi. Pisahkan pengeluaran menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap seperti sewa dan gaji relatif mudah diproyeksikan karena jumlahnya konsisten. Biaya variabel memerlukan perhitungan berdasarkan volume penjualan yang Anda proyeksikan.

Jangan lupa memasukkan pengeluaran yang bersifat tahunan atau periodik, seperti pembayaran pajak, perpanjangan izin usaha, dan pemeliharaan peralatan. Sisihkan juga pos untuk pengeluaran tak terduga, biasanya sekitar 5 hingga 10 persen dari total pengeluaran.

Langkah 5: Susun dan Analisis Proyeksi

Sekarang gabungkan semua proyeksi pendapatan dan pengeluaran ke dalam satu dokumen. Hitung proyeksi laba rugi bulanan dan proyeksi saldo kas setiap bulan. Perhatikan apakah ada bulan-bulan di mana saldo kas diproyeksikan negatif. Jika ada, itu adalah peringatan dini yang sangat berharga.

Untuk hasil terbaik, buatlah tiga skenario: optimis, realistis, dan pesimis. Skenario realistis menjadi panduan utama Anda. Skenario optimis menunjukkan potensi terbaik. Skenario pesimis membantu Anda mempersiapkan rencana cadangan jika kondisi tidak berjalan sesuai harapan.

Perbarui Proyeksi Secara Berkala

Financial projection bukan dokumen statis. Setiap bulan, bandingkan realisasi dengan proyeksi. Jika ada perbedaan signifikan, analisis penyebabnya dan perbarui proyeksi untuk bulan-bulan berikutnya. Proses ini membuat proyeksi Anda semakin akurat dan memberikan early warning system untuk bisnis Anda.

Wujudkan Perencanaan Keuangan yang Lebih Baik

Membuat financial projection mungkin terasa menantang di awal, tapi manfaatnya sangat besar untuk kelangsungan dan pertumbuhan bisnis Anda. Dengan proyeksi yang baik, Anda bisa membuat keputusan berdasarkan data dan mengantisipasi tantangan sebelum terjadi.

Magnificat Consulthink memiliki pengalaman mendampingi UMKM dalam menyusun proyeksi keuangan yang realistis dan actionable. Manfaatkan konsultasi gratis selama 30 menit bersama tim kami untuk memulai perencanaan keuangan bisnis Anda. Hubungi kami dan mari rencanakan masa depan bisnis Anda bersama.

Butuh bantuan lebih lanjut?

Konsultasi pertama gratis 30 menit — tanpa komitmen.

Konsultasi Gratis via WhatsApp